Kamis, 16 Maret 2017

PROPOSAL PTK

PENERAPAN PEMBELAJARAN ReWoL
UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG
BAGI SISWA KELAS XI ELIND C SMK NEGERI TEMBARAK
SEMESTER GENAP TAHUN 2014/2015

(ASIH ROKHAENI – SMK N TEMBARAK TEMANGGUNG)

I.            Latar Belakang Masalah
Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Penerapan Pembelajaran ReWoL Untuk Meningkatkan Perilaku Peduli Lingkungan Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Bangun Ruang Bagi Siswa Kelas XI Elind C SMK Negeri Tembarak Semester Genap Tahun 2014/2015” ini dilatarbelakangi oleh kenyataan yang terjadi di SMK N Tembarak bahwa sebagian siswa masih belum mempunyai kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan, kerapian, dan kenyamanan sekolah. Sebagai sebuah institusi pendidikan dan tempat menimba ilmu bagi siswa, sekolah idealnya dapat menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, menemukan hal-hal baru yang belum dapat dipahami sebelumnya oleh siswa.
Berkaitan dengan program pemeliharaan dan kepedulian sekolah terhadap lingkungan, SMK Negeri Tembarak yang pada tahun 2014 silam mendapatkan predikat sekolah adiwiyata tingkat nasional akan ditargetkan pada tahun 2015 masuk dalam kategori sekolah adiwiyata mandiri. Hal tersebut senada dengan tuntutan dari kurikulum baik KTSP maupun Kurikulum 2013 yang salah satu kontennya adalah untuk menumbuhkan karakter pada siswa. Juga sejalan dengan program pemerintah dalam usahanya menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui berbagai program. Maka sejalan dengan target dan program tersebut perlu diupayakan adanya kontribusi yang nyata dari seluruh warga sekolah, tidak terkecuali peran aktif siswa baik dalam kebiasaan sehari-hari maupun kontribusi melalui aktivitas pembelajaran.
Kesadaran sebagian besar siswa untuk turut serta menjaga kebersihan, ketertiban, keasrian dan kenyamanan lingkungan sekolah sampai saat ini belum benar-benar tampak secara maksimal. Kondisi ini terlihat dari beberapa indikator, yaitu (1) masih banyak siswa yang membuang sampah tidak pada tempatnya, (2) masih banyak siswa yang menyimpan sampah di laci meja belajarnya, (3) kelas dalam kondisi kotor dan kurang rapi saat proses pembelajaran akan dimulai, (4) kesadaran siswa untuk memungut sampah yang terlihat di lingkungan sekolah masih rendah, (5) meja belajar penuh dengan coretan pena dan tipex, dan (6) kepedulian terhadap pemeliharaan taman depan kelas masih cukup rendah. Kondisi sebagaimana tersebut di atas terjadi pada beberapa ruang belajar di SMK N Tembarak, dan salah satunya adalah kelas XI Elind C.
Selain kepedulian siswa kelas XI Elind C terhadap lingkungan sekitar yang masih cenderung rendah, prestasi belajar mata pelajaran matematika yang didapat juga tampak belum optimal. Hal ini terlihat dari hasil pengukuran dan analisis terhadap nilai siswa pada penguasaan materi bangun ruang. Materi ini pada dasarnya telah didapat oleh siswa sejak duduk dibangku SMP. Bangun-bangun ruang yang dipelajari bukanlah bentuk-bentuk bangun yang asing dipahami oleh siswa. Akan tetapi kenyataan yang ada terjadi adalah nilai yang didapat oleh siswa  pada materi Bangun Ruang masih cukup rendah. Sejumlah siswa juga masih mengalami kesulitan saat ditanya berbagai rumus menentukan luas permukaan dan volume dari beberapa bangun ruang. Dari sejumlah 29 siswa di kelas XI Elind C, pada kegiatan awal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hanya .... % yang tuntas dalam belajar. Ketuntasan dalam belajar materi Bangun Ruang didasarkan pada KKM yang telah ditetapkan di awal tahun pelajaran, bahwa batas ketuntasan minimal untuk materi ini adalah 75. Sedangkan dari analisa nilai secara klasikal, dari 10 soal dalam tes uji coba kegiatan awal penelitian, sejumlah... soal tidak berhasil diselesaikan dengan baik oleh siswa. Sebagaian besar siswa menuliskan jawaban yang salah untuk nomor ..., ... dan ... dengan demikian target penguasaan materi secara klasikal juga belum dapat tercapai.
Menimbang hal-hal tersebut di atas maka perlu dirumuskan dan dirancang sebuah strategi pembelajaran yang dapat memacu belajar siswa dan menimbulkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar, dengan harapan bahwa setelah diadakan treatment ini, kepedulian siswa terhadap lingkungan ataupun prestasi belajarnya dapat meningkat. Pada penelitian ini peneliti mencoba merancang pembelajaran melalui pembelajaran ReWoL. ReWoL merupakan akronim dari Real World Learning, yakni suatu strategi pembelajaran kontekstual yang mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata.
Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Depdiknas, 2004:18). Pembelajaran kontekstual terfokus pada perkembangan ilmu, pemahaman, keterampilan siswa, dan pemahaman kontekstual siswa tentang hubungan mata pelajaran yang dipelajarinya dengan dunia nyata (Sumiati dan Asra, 2007:14). Dengan demikian, pembelajaran kontekstual mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, siswa belajar menyenangkan dan memanfaatkan berbagai sumber belajar.
Mencermati hal tersebut maka sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan yang berimplikasi pada peningkatan prestasi belajar siswa, perlu adanya tindakan yang dilakukan oleh peneliti sendiri. Pada penelitian ini peneliti mencoba melaksanakan proses pembelajaran materi Bangun Ruang melalui penerapan pembelajaran ReWoL.  Pada proses pembelajaran dengan penerapan pembelajaran ReWoL, siswa diajak untuk belajar menyatu dengan alam. Terkait dengan materi Bangun Ruang, maka pada tahap siklus 1 siswa diminta untuk mencari benda-benda daur ulang, residu, sampah atau benda-benda di lingkungan sekitar sekolah, untuk diukur panjang, lebar, tinggi atau panjang jari-jarinya (bagi bola, kerucut atau tabung). Kemudian siswa menuliskan hasil pengukuran didalam lembar kerja yang ada sekaligus menentukan luas permukaan dari benda yang ditemukan.
Sementara tindakan pada siklus 2, selain siswa diminta melaksanakan proses yang sama seperti pada siklus 1 dan menentukan besarnya volume dari benda yang diambil, siswa diberikan tugas mandiri terstruktur terkait luas permukaan dan volume benda ruang. Dengan demikian diharapkan siswa dapat memperdalam pengetahuannya terkait materi Bangun Ruang, sebab siswa merancang dan menemukan sendiri konsep-konsep luas permukaan dan volume, serta menerapkan secara langsung pada kehidupan nyata.

II.         Rumusan Masalah
1.      Apakah penerapan pembelajaran ReWoL dapat meningkatkan perilaku peduli lingkungan pada materi Bangun Ruang bagi siswa kelas XI Elind C SMK Negeri Tembarak semester genap tahun 2014/2015?
2.      Apakah penerapan pembelajaran ReWoL dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi Bangun Ruang bagi siswa kelas XI Elind C SMK Negeri Tembarak semester genap tahun 2014/2015?
3.      Apakah penerapan pembelajaran ReWoL dapat meningkatkan perilaku peduli lingkungan dan prestasi belajar pada materi Bangun Ruang bagi siswa kelas XI Elind C SMK Negeri Tembarak semester genap tahun 2014/2015?

III.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan perilaku peduli lingkungan dari siswa melalui penerapan pembelajaran ReWoL pada materi Bangun Ruang.
2.      Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar siswa melalui penerapan pembelajaran ReWoL pada materi Bangun Ruang.
3.      Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan perilaku peduli lingkungan dan prestasi belajar siswa melalui penerapan pembelajaran ReWoL pada materi Bangun Ruang.

IV.      Manfaat Penelitian
1.      Bagi siswa
Manfaat penelitian bagi siswa adalah :
a.       Dapat meningkatnya perilaku peduli lingkungan pada materi Bangun Ruang.
b.      Dapat meningkatnya prestasi belajar matematika pada materi Bangun Ruang.
c.       Dapat meningkatnya perilaku peduli lingkungan dan prestasi belajar matematika pada materi Bangun Ruang.
2.      Bagi peneliti
Manfaat penelitian bagi peneliti adalah :
a.       Melalui penerapan pembelajaran ReWoL dapat meningkatnya perilaku peduli lingkungan.
b.      Melalui penerapan pembelajaran ReWoL dapat meningkatnya prestasi belajar matematika materi Bangun Ruang.
c.       Melalui penerapan pembelajaran ReWoL dapat meningkatnya perilaku peduli lingkungan dan prestasi belajar matematika materi Bangun Ruang.

V.         Kajian Teori
A.    Pembelajaran ReWoL
ReWoL merupakan akronim dari Real World Learning, yakni suatu strategi pembelajaran kontekstual yang mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata. Jadi inti dari konsep pembelajaran ReWoL adalah pendekatan kontekstual.
Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Depdiknas, 2004:18). Pembelajaran kontekstual terfokus pada perkembangan ilmu, pemahaman, keterampilan siswa, dan pemahaman kontekstual siswa tentang hubungan mata pelajaran yang dipelajarinya dengan dunia nyata (Sumiati dan Asra, 2007:14). Dengan demikian, pembelajaran kontekstual mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, siswa belajar menyenangkan dan memanfaatkan berbagai sumber belajar.
Penerapan pembelajaran kontekstual dikelas melibatkan tujuh utama pmbelajaran efektif, yaitu:
1.      Kontruktivisme
Berdasarkan Sumiati, dkk (2007:15) terdapat lima elemen belajar yang kontruktivisme :
a.       Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada
b.      Pemerolehan pengetahuan baru
c.       Pemahaman pengetahuan
d.      Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman
e.       Melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut
2.      Bertanya
Bertanya, yaitu mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Melalui proses bertanya, siswa akan mampu menjadi pemikir yang handal dan mandiri. Siswa dirangsang untuk mampu mengembangkan ide/gagasan dan pengujian baru yang inovatif, mengembangkan metode dan teknik untuk bertanya, bertukar pendapat dan berinteraksi.
Siswa diharapkan dapat membangun pemahamannya sendiri tentang realita alam dan ilmu pengetahuan. Siswa dilibatkan untuk melakukan eksplorasi situasi baru dan menyelesaikan masalah secara realistis.
3.      Menemukan
Dalam proses menemukan, siswa diberi pembelajaran untuk menangani permasalahan yang mereka hadapi ketika berhadapan dengan dunia nyata.
4.      Masyarakat Belajar
Masyarakat dapat dijadikan sumber daya untuk mengembangkan pemahaman pembelajaran kontekstual. Pemanfaatan masyarakat sebagai konteks bagi siswa untuk pembelajaran kontekstual dapat dilakukan dengan menghadirkan masyarakat sebagai narasumber yang diundang ke sekolah pada jam pelajaran tertentu untuk memberikan kesempatan belajar bagi siswa mengembangkan pemahaman kontekstual.
Selain itu dapat pula dilakukan dengan membawa siswa ke dalam lingkungan masyarakat untuk mengalami pembelajaran yang tidak didapat disekolah untuk menerapkan materi tertentu.
5.      Pemodelan
Siswa akan lebih mudah memahami dan menerapkan proses dan hasil belajar jika dalam pembelajaran guru menyajikan dalam bentuk suatu model, bukan hanya berbentuk lisan. Melalui model, siswa akan mampu mengamati dengan mudah dan mencontoh apa yang ditunjukkan oleh guru.
6.      Refleksi
Reflksi merupakan ringkasan dari pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Siswa mengungkapkan baik secara lisan maupun tertulis apa yang telah mereka pelajari.
7.      Penilaian Sebenarnya
B.     Perilaku Peduli Lingkungan
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003 :114).
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Dalam ruang lingkup sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.
Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut No 23 tahun 2007 adalah kesatuan ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.
Perilaku peduli lingkungan adalah sikap kepedulian siswa dan warga sekolah dalam ikut serta menjaga kelestarian, mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan.
C.     Prestasi Belajar
Prestasi belajar dalam penelitian ini merupakan cerminan dari hasil belajar siswa yang tergambar di setiap akhir kegiatan penelitian, baik pra siklus, siklus I dan siklus II.
Menurut Mulyasa (2008) hasil belajar merupakan prestasi belajar siswa secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dan derajat perubahan perilaku yang bersangkutan. Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung. Sedangkan Nana Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil atau prestasi belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Prestasi belajar yang diteliti dalam penelitian ini adalah prestasi belajar matematika materi Bangun Ruang pada siswa kelas XI Elind C Semester genap tahun 2014/2015. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif adalah tes tertulis dalam kegiatan ulangan harian.
VI.      Seting dan Subyek Penelitian
A.    Tempat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas akan dilakukan di SMK Negeri Tembarak, pada siswa kelas XI Elind C pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015.

B.     Waktu Penelitian
Penelitian direncanakan akan dilaksanakan selama 6 bulan dimulai pada bulan Februari 2015 dan berakhir pada bulan Juli 2015. Secara lebih rinci jadwal pelaksanaan penelitian sebagaimana tergambar pada tabel berikut :
Tabel 1 Alokasi Waktu Penelitian
No
Uraian Kegiatan
Bulan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
1
Perencanaan, Penyusunan Proposal dan Instrumen Penelitian






2
Pelaksanaan Pra Siklus






3
Pelaksanaan Siklus I






4
Pelaksanaan Siklus II






5
Pembahasan Hasil Penelitian bersama Kolaborator dan Penyusunan Laporan






6
Penyempurnaan Laporan dan Pelaksanaan Seminar Hasil Penelitian







C.     Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Elind C SMK Negeri Tembarak pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 sejumlah 29 siswa, 19 laki-laki dan 10 perempuan.


VII.   Teknik dan Alat Pengumpulan Data
A.    Dokumentasi
Teknik dokumentasi digunakan untuk menentukan perilaku peduli terhadap lingkungan dan prestasi belajar siswa pada kegiatan pra siklus. Instrumen yang digunakan adalah dokumen catatan/jurnal kegiatan harian selama proses pembelajaran pra siklus.
B.     Observasi
Teknik observasi digunakan untuk mengumpulkan data perilaku peduli lingkungan yang ditunjukkan oleh siswa dalam kegiatan siklus I dan siklus II. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang dirancang oleh peneliti.
C.     Tes
Teknik tes digunakan untuk mengukur dan melakukan pengambilan data terkait hasil belajar atau prestasi belajar siswa di setiap akhir siklus, baik siklus I maupun siklus II melalui kegiatan ulangan harian. Alat ukur/instrumen yang digunakan adalah butir soal tes tertulis.

VIII.Validasi dan Analisis Data
A.    Validasi Data
1.      Validasi Data Perilaku Peduli Lingkungan
Pengamatan terhadap perilaku peduli lingkungan dilakukan dan divalidasi oleh observer. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti melibatkan teman sejawat sebagai kolaborator untuk mengadakan kegiatan pengamatan selama pembelajaran berlangsung.
2.      Validasi Data Prestasi Belajar Siswa
Validasi data terhadap instrumen pengukuran prestasi belajar siswa adalah melalui penyusunan kisi-kisi soal ulangan harian untuk soal tes tiap akhir siklus penelitian.

B.     Analisis Data
1.      Analisis data terhadap aspek perilaku peduli lingkungan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan perilaku siswa pada kegiatan pra siklus, siklus I, dan siklus II terkait kepeduliannya terhadap lingkungan. Dilanjutkan dengan analisis kritis dengan merefleksi dari data deskriptif komparatif.
2.      Analisis data terhadap prestasi belajar siswa menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan perolehan nilai siswa baik secara individu maupun klasikal pada akhir kegiatan pra siklus, siklus I, dan siklus II dilanjutkan dengan analisis kritis dengan merefleksi dari data deskriptif komparatif.

IX.      Prosedur Tindakan
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaiamana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat tercapai. Penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang berkesinambungan. Tindakan yang dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II.
A.    Tahap Pra Siklus
Pada tahap pra siklus peneliti menyampaikan kegiatan pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Merencanakan Tindakan (Planning)
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan jadwal, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, soal ulangan harian, kunci jawaban ulangan harian, pedoman penilaian ulangan harian, analisa ulangan harian, lembar observasi kreativitas siswa, jurnal kegiatan siswa, dan agenda mengajar (presensi dan jurnal mengajar).
2.      Melaksanakan Tindakan (Acting)
Pelaksanaan tindakan pada pra siklus ini dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan kedua peneliti menyampaikan materi unsur-unsur bangun ruang meliputi bangun kubus, prisma, limas, kerucut, tabung dan bola. Sedangkan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan pengamatan terhadap hasil belajar siswa melalui kegiatan ulangan harian. Adapun tindakan yang dilakukan pada tiap pertemuan yaitu :

Pertemuan ke – 1
1)      Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru menjelaskan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai
§  Guru menjelaskan KKM yang harus dicapai
§  Sebagai apersepsi dan motivasi, Guru mendskripsikan materi Bangun Ruang dan menunjukkan banyaknya keterkaitan materi dalam kehidupan.
§  Guru menunjukkan topic-topik yang perlu dipelajari
2)      Kegiatan Inti
§   Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
F Siswa membaca dan mempelajari materi Bangun Ruang dari Buku Matematika SMK Teknik Kelas XI mulai halaman 138.
F Guru menanyakan pemahaman terhadap materi yang dipelajari kepada siswa yang ditunjuk melalui pertanyaan yang disampaikan mengenai unsur-unsur berbagai bentuk bangun ruang (kubus, prisma dan limas)
F Guru meminta siswa yang lain untuk menanggapi jawaban yang disampaikan.
F Jika jawaban dan tanggapan yang disampaikan siswa belum tepat, guru memperkuat penjelasan materi dilengkapi dengan beberapa contoh.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
F Siswa menyelesaikan beberapa soal yang disampaikan oleh guru.
F Bersama dengan teman yang bersebelahan, siswa melakukan diskusi untuk menyelesaikan soal-soal aktivitas kelas dan latihan dari buku paket.
F Guru memfasilitasi dan mendampingi siswa dalam memecahkan masalah yang belum dapat dipecahkan oleh siswa.
F memfasilitasi siswa untuk berkompetisi secara sehat guna meningkatkan prestasi belajar melalui peran siswa dalam menyelesaikan soal di depan kelas.
F Siswa dibantu oleh guru mendiskusikan jawaban yang ditulis di depan kelas.
§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi :
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan menyimpulkan hasil pembelajaran.
3)      Penutup
Dalam kegiatan penutup:
F Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan beberapa soal.
F Guru bersama siswa melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
F Siswa diminta mempelajari materi selanjutnya tentang unsur-unsur bangun ruang berupa kerucut, tabung dan bola.
F Guru mengakhiri pembelajaran dengan doa bersama dan salam.
Pertemuan ke – 2
1)        Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Bersama-sama dengan guru, siswa mengingat pemahaman materi sebelumnya yaitu tentang unsur-unsur berbagai bangun ruang.
§  Sebagai motivasi belajar, guru menekankan bahwa pemahaman terhadap materi sebelumnya akan sangat bermanfaat untuk memahami materi luas permukaan bangun ruang yang akan dipelajari serta bermanfaat juga dalam menyelesaikan permasalahan di bidang kajian yang lain.
2)      Kegiatan Inti
§  Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
F Siswa mempelajari materi unsur-unsur bangun ruang dari buku paket mulai halaman 138.
F Siswa diminta menyebutkan macam-macam bangun ruang serta masing-masing unsur-unsurnya.
F Siswa mampu menjelaskan perbedaan unsur-unsur berbagi jenis bangun ruang.
F Tanpa menggunakan alat peraga  dan metode apapun, guru menguatkan penjelasan materi untuk membantu pemahaman siswa. Materi hanya disampaikan menggunakan media power point.
F Melalui beberapa contoh soal guru bersama-sama dengan siswa membuat penyelesaiannya.
§  Elaborasi
F Siswa mendiskusikan soal-soal di buku paket pada bagian latihan dan aktifitas kelas.
F Siswa berlomba-lomba menyelesaikan soal latihan di depan kelas.
F Guru bersama-sama dengan siswa memeriksa kebenaran terhadap jawaban yang ditulis, dan memberikan penekanan pada hal-hal yang diperlukan.
§  Konfirmasi
F Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang dilakukan dan melakukan refleksi.
F Guru memberikan tugas beberapa soal kepada siswa.
F Guru bersama-sama dengan siswa melakukan evaluasi selama pembelajaran berkaitan dengan keaktifan, partisipasi dan kreativitas belajar siswa.
3)      Penutup
§  Guru menginformasikan kegiatan evaluasi yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.
§  Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan salam dan doa.
Pertemuan ke – 3
1)      Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru menjelaskan teknis pelaksanaan evaluasi.
§  Guru mengingatkan KKM yang harus dicapai siswa.
§  Guru mengingatkan kepada siswa bahwa kejujuran harus diperhatikan. Kemandirian dalam mengerjakan soal akan bermanfaat pada peningkatan kompetensi siswa.
2)      Kegiatan Inti
§  Kegiatan evaluasi / ulangan harian.
3)      Penutup
§  Siswa diminta mempelajari materi luas permukaan bangun ruang untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
§  Siswa bersama-sama dengan guru mengakhiri kegiatan evaluasi dengan salam.
3.      Pengamatan Terhadap Tindakan (Observing)
Kegiatan observasi dilakukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan dan mencatat kejadian-kejadian yang tidak terdapat dalam lembar observasi dengan membuat lembar catatan lapangan atau jurnal kegiatan. Hal –hal yang diamati selama proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran, aktivitas siswa dan kepedulian siswa terhadap ligkungannya selama pelaksanaan pembelajaran.
4.      Melakukan Refleksi (Reflecting)
Pada tahap ini peneliti melakukan evaluasi dari pelaksanaan pra siklus sebagai bahan pertimbangan perencanaan pembelajaran siklus berikutnya. Jika hasil yang diharapkan belum tercapai maka dilakukan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II.
B.     Tahap Siklus I
1.      Merencanakan Tindakan (Planning)
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan jadwal, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, buku paket, lembar kerja siswa, soal ulangan harian, kunci jawaban ulangan harian, pedoman penilaian ulangan harian, analisa ulangan harian, lembar observasi perilaku peduli lingkungan siswa, jurnal kegiatan siswa, dan agenda mengajar (presensi dan jurnal mengajar).
2.      Melaksankan Tindakan (Acting)
Pelaksanaan tindakan pada siklus I ini dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan kedua peneliti menyampaikan materi luas permukaan bangun ruang, meliputi : kubus, prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola. Sedangkan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan pengamatan terhadap hasil belajar siswa melalui kegiatan ulangan harian. Adapun tindakan yang dilakukan pada tiap pertemuan yaitu :
Pertemuan ke – 4
1)        Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru memberikan apersepsi dan motivasi belajar kepada siswa betapa banyak bangun-bangun ruang di lingkungan sekitar yang dapat diukur luasnya. Juga menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
§  Guru menjelaskan keterkaitan materi luas permukaan bangun ruang dengan materi sebelumnya yang dilaksanakan pada pra siklus.
§  Kelas dibagi menjadi 5 kelompok dengan 5 - 6 siswa dalam tiap kelompok.
2)      Kegiatan Inti
§  Eksplorasi
Pada kegiatan eksplorasi:
F Masing-masing kelompok diberikan penjelasan tugas yang harus dilakukan, yaitu menerapkan pemahaman materi terhadap lingkungan sekitar (lingkungan sekolah).
F Tiap kelompok diberikan tugas untuk keluar dari kelas, menemukan di lingkungan sekolah bangun-bangun ruang yang berbentuk kubus, prisma atau limas. Selanjutnya ditentukan ukuran tiap-tiap bagiannya.
F Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi terkait tugas yang diberikan dan membubuhkan hasilnya pada lembar kerja siswa yang disiapkan oleh guru.
§  Elaborasi
F Berdasarkan temuan pada kegiatan sebelumnya, masing-masing kelompok diminta untuk menentukan besarnya luas permukaan bangun ruang yang didapat berdasarkan pemahaman rumus yang dipelajari dari buku paket.
F Tiap-tiap kelompok menyampaikan hasil penemuan yang telah didiskusikan.
F Kelompok yang lain memberikan pertanyaan, menanggapi, ataupun menguatkan hasil diskusi yang dipaparkan.
F Secara bergantian, kegiatan yang sama dilakukan pada semua kelompok.
F Guru memberikan penjelasan pada materi-materi yang perlu dikuatkan.
§  Konfirmasi
F Siswa melalui bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi kelompok  melakukan penemuan bangun ruang berupa kubus, prisma dan limas dari lingkungan sekolah, serta menentukan besarnya luas permukaannya.
F Guru bersama-sama dengan siswa mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan melakukan refleksi.
3)      Penutup
§  Guru menugaskan kepada siswa untuk mempersiapkan materi luas permukaan bangun ruang berupa kerucut, tabung dan bola untuk dipelajari pada pertemuan berikutnya.
§  Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam.

Pertemuan ke – 5
1)        Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru memberikan apersepsi dan motivasi belajar kepada siswa betapa banyak bangun-bangun ruang di lingkungan sekitar yang dapat diukur luasnya. Juga menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
§  Guru menjelaskan keterkaitan materi luas permukaan bangun ruang dengan materi sebelumnya yang dilaksanakan pada pra siklus.
§  Kelas dibagi menjadi 5 kelompok dengan 5 - 6 siswa dalam tiap kelompok.
2)      Kegiatan Inti
§  Eksplorasi
Pada kegiatan eksplorasi:
F Masing-masing kelompok diberikan penjelasan tugas yang harus dilakukan, yaitu menerapkan pemahaman materi terhadap lingkungan sekitar (lingkungan sekolah).
F Tiap dikelompok diberikan tugas untuk keluar dari kelas, menemukan di lingkungan sekolah bangun-bangun ruang yang berbentuk kerucut, tabung dan bola. Selanjutnya ditentukan ukuran tiap-tiap bagiannya.
F Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi terkait tugas yang diberikan dan membubuhkan hasilnya pada lembar kerja siswa yang disiapkan oleh guru.
§  Elaborasi
F Berdasarkan temuan pada kegiatan sebelumnya, masing-masing kelompok diminta untuk menentukan besarnya luas permukaan bangun ruang yang didapat berdasarkan pemahaman rumus yang dipelajari dari buku paket.
F Tiap-tiap kelompok menyampaikan hasil penemuan yang telah didiskusikan.
F Kelompok yang lain memberikan pertanyaan, menanggapi, ataupun menguatkan hasil diskusi yang dipaparkan.
F Secara bergantian, kegiatan yang sama dilakukan pada semua kelompok.
F Guru memberikan penjelasan pada materi-materi yang perlu dikuatkan.


§  Konfirmasi
F Siswa melalui bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi kelompok melakukan penemuan bangun ruang berupa kerucut, tabung dan bola dari lingkungan sekolah, serta menentukan besarnya luas permukaannya.
F Guru bersama-sama dengan siswa mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan melakukan refleksi.
4)      Penutup
§  Guru menugaskan kepada siswa untuk mempelajari materi luas permukaan bangun ruang sebagai bahan evaluasi pada pertemuan selanjutnya.
§  Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam.
Pertemuan ke – 6
1)      Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru menjelaskan teknis pelaksanaan evaluasi.
§  Guru mengingatkan KKM yang harus dicapai siswa.
§  Guru mengingatkan kepada siswa bahwa kejujuran harus diperhatikan. Kemandirian dalam mengerjakan soal akan bermanfaat pada peningkatan kompetensi siswa.

b.        Kegiatan Inti
§  Kegiatan evaluasi / tes.
c.         Penutup
§  Siswa diminta mempelajari materi volume bangun ruang untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
§  Siswa bersama-sama dengan guru mengakhiri kegiatan evaluasi dengan salam.
3.      Pengamatan Terhadap Tindakan (Observing)
Kegiatan observasi dilakukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan dan mencatat kejadian-kejadian yang tidak terdapat dalam lembar observasi dengan membuat lembar catatan lapangan atau jurnal kegiatan. Hal –hal yang diamati selama proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaran.
4.      Melakukan Refleksi (Reflecting)
Pada tahap ini peneliti melakukan evaluasi dari pelaksanaan siklus I sebagai bahan pertimbangan perencanaan pembelajaran siklus berikutnya. Jika hasil yang diharapkan belum tercapai maka dilakukan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II.


C.     Tahap Siklus II
1.      Merencanakan Tindakan (Planning)
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan jadwal, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, buku paket, lembar kerja siswa, soal ulangan harian, kunci jawaban ulangan harian, pedoman penilaian ulangan harian, analisa ulangan harian, lembar observasi perilaku peduli lingkungan siswa, jurnal kegiatan siswa, dan agenda mengajar (presensi dan jurnal mengajar).
2.      Melaksanakan Tindakan (Acting)
Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan kedua peneliti menyampaikan materi volume bangun ruang, meliputi : kubus, prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola. Sedangkan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan pengamatan terhadap hasil belajar siswa melalui kegiatan ulangan harian. Adapun tindakan yang dilakukan pada tiap pertemuan yaitu :
Pertemuan ke – 7
1)        Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru memberikan apersepsi dan motivasi belajar kepada siswa betapa banyak bangun-bangun ruang di lingkungan sekitar yang dapat diukur volumenya. Juga menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
§  Guru menjelaskan keterkaitan materi volume bangun ruang dengan materi sebelumnya yang dilaksanakan pada siklus I.
§  Kelas dibagi menjadi 5 kelompok dengan 5 – 6  siswa dalam tiap kelompok, dengan anggota yang sama dengan kegiatan siklus I.
2)      Kegiatan Inti
§  Eksplorasi
Pada kegiatan eksplorasi:
F Masing-masing kelompok diberikan penjelasan tugas yang harus dilakukan, yaitu menerapkan pemahaman materi terhadap lingkungan sekitar (lingkungan sekolah).
F Tiap dikelompok diberikan tugas untuk keluar dari kelas, menemukan di lingkungan sekolah bangun-bangun ruang yang berbentuk kubus, prisma dan limas. Selanjutnya ditentukan ukuran tiap-tiap bagiannya.
F Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi terkait tugas yang diberikan dan membubuhkan hasilnya pada lembar kerja siswa yang disiapkan oleh guru.
§  Elaborasi
F Berdasarkan temuan pada kegiatan sebelumnya, masing-masing kelompok diminta untuk menentukan besarnya volume bangun ruang yang didapat berdasarkan pemahaman rumus yang dipelajari dari buku paket.
F Tiap kelompok menyampaikan hasil penemuan yang telah didiskusikan.
F Kelompok yang lain memberikan pertanyaan, menanggapi, ataupun menguatkan hasil diskusi yang dipaparkan.
F Guru memberikan penjelasan pada materi-materi yang perlu dikuatkan.
§  Konfirmasi
F Siswa melalui bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi kelompok kecil melakukan penemuan bangun ruang berupa kubus, prisma dan limas dari lingkungan sekolah, serta menentukan besarnya volume dari bangun tersebut.
F Siswa mengerjakan Tugas Mandiri Terstruktur terkait materi volume Bangun Ruang.
F Guru bersama-sama dengan siswa mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan melakukan refleksi.



3)      Penutup
§  Guru menugaskan kepada siswa untuk mempersiapkan materi luas permukaan bangun ruang berupa tabung, kerucut dan bola untuk dipelajari pada pertemuan berikutnya.
§  Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam.
Pertemuan ke – 8
1)      Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru memberikan apersepsi dan motivasi belajar kepada siswa betapa banyak bangun-bangun ruang di lingkungan sekitar yang dapat diukur volumenya. Juga menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
§  Kelas dibagi menjadi 5 kelompok dengan 5 – 6  siswa dalam tiap kelompok.
2)      Kegiatan Inti
§  Eksplorasi
Pada kegiatan eksplorasi:
F Masing-masing kelompok diberikan penjelasan tugas yang harus dilakukan, yaitu menerapkan pemahaman materi terhadap lingkungan sekitar (lingkungan sekolah).
F Tiap kelompok diberikan tugas untuk keluar dari kelas, menemukan di lingkungan sekolah bangun-bangun ruang yang berbentuk kerucut, tabung dan bola. Selanjutnya ditentukan ukuran tiap-tiap bagiannya.
F Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi terkait tugas yang diberikan dan membubuhkan hasilnya pada lembar kerja siswa yang disiapkan oleh guru.
§  Elaborasi
F Berdasarkan temuan pada kegiatan sebelumnya, masing-masing kelompok diminta untuk menentukan besarnya volume bangun ruang yang didapat berdasarkan pemahaman rumus yang dipelajari dari buku paket.
F Tiap kelompok menyampaikan hasil penemuan yang telah didiskusikan.
F Kelompok yang lain memberikan pertanyaan, menanggapi, ataupun menguatkan hasil diskusi yang dipaparkan.
F Guru memberikan penjelasan pada materi-materi yang perlu dikuatkan.
§  Konfirmasi
F Siswa melalui bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi kelompok kecil melakukan penemuan bangun ruang berupa kerucut, tabung dan bola dari lingkungan sekolah, serta menentukan besarnya volume dari bangun tersebut.
F Siswa melanjutkan mengerjakan Tugas Mandiri Terstruktur volume bangun ruang.
F Guru bersama-sama dengan siswa mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan melakukan refleksi.
3)      Penutup
§  Guru menugaskan kepada siswa untuk mempersiapkan keseluruhan materi volume bangun ruang sebagai bahan evaluasi pada pertemuan berikutnya.
§  Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam.
Pertemuan ke – 9
1)      Pendahuluan
§  Guru membimbing doa dan melakukan presensi
§  Guru memeriksa kerapian, ketertiban siswa dan kebersihan ruang kelas
§  Guru menjelaskan teknis pelaksanaan evaluasi.
§  Guru mengingatkan KKM yang harus dicapai siswa.
§  Guru mengingatkan kepada siswa bahwa kejujuran harus diperhatikan. Kemandirian dalam mengerjakan soal akan bermanfaat pada peningkatan kompetensi siswa.

d.        Kegiatan Inti
§  Kegiatan evaluasi / tes.
e.         Penutup
§  Siswa bersama-sama dengan guru mengakhiri kegiatan evaluasi dengan salam.
3.      Pengamatan Terhadap Tindakan (Observing)
Kegiatan observasi dilakukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan dan mencatat kejadian-kejadian yang tidak terdapat dalam lembar observasi dengan membuat lembar catatan lapangan atau jurnal kegiatan. Hal –hal yang diamati selama proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaran, termasuk kepeduliaannya terhadap lingkungan sekolah.
4.      Melakukan Refleksi (Reflecting)
Pada tahap ini peneliti melakukan evaluasi dari pelaksanaan siklus II untuk dianalisis ketercapaiannya baik dari aspek prilaku peduli lingkungan siswa maupun hasil belajar siswa.
X.         Daftar Pustaka
Wibowo, Hari. 2012. Pengantar Teori-teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. Jakarta : Puri Cipta Media
Sumiati, dkk. 2007. Metode Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima


0 komentar:

Posting Komentar